Selasa, 22 Juni 2010

seseorang yang menanggalkan kedua lengannya pada sepercik api

seseorang yang menanggalkan kedua lengannya pada sepercik api

setitik kabut terlambat menetes embun
kau bersiap memejam mata
tanda dimana malam bukan lagi
saat tepat untuk mengasuh mimpi
di malam rabun
dan sebatang pohon tertinggal
ranting yang menggaruk kabut itu
dibantu angin yang memuai
meluruh awan
yang tersisa di kedua lengan
memapah bertahun kerinduan
tak padam
menunggu untuk tertiup angin yang telah lelah
menghabiskan waktunya
meluruh awan
menjadi pagi
menjadi siang
menjadi petang
yang membakar
menyebar
memaksa udara
menanggalkan
kedua lenganmu pada sepercik
yang enggan kau sebut itu
semacam rindu

jehansyauqi
june 2010

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Sorry for my bad english. Thank you so much for your good post. Your post helped me in my college assignment, If you can provide me more details please email me.