notes from shawq

watch trough my heart when selfishness still inside

Rabu, 23 September 2009

 

YANG TERLIHAT MALAM INI

purnama meruncing
terang
menguning
menusuk pahit pucuk malam
mencumbu
merindu
hati
mengaduh sepi






2009

Kamis, 23 Juli 2009

 

rutinitas

RUTINITAS

/1/
telepon genggam berdering
dua kali duabelas setiap hari
kesanakemari
menagih kesempatan
melewatkan makan siang

/2/
dari secangkir kopi menetes rutinitas
mengejar duapuluh empat jam tanpa batas

/3/
pulang
dijalan panjang yang padat melumat
jatah tidur jadi empat jam istirahat

23juni-24july 2009

 

dongeng

aku tak sentuh dongengdongeng itu karena mereka
hanya akan tetap menjadi sesuatu yang jatuh dikedua mata
dan tenggelam dipita suara

dan biarkan mereka sekedar pengantar lelap,
panganan malam pemancing mimpi anak perempuan dibantal bunga tidur,
tentang istana raja dan ia merupa tuan puteri dan permaisuri

menjelma tali cita anak lakilaki yang ingin jadi jagoan diatas kapal bajak perompak,
mengambil emas rampasan perang,
dan merasa menang diatas lautan.

dongeng itupun tak henti
memanggil mimpi lainnya untuk diarungi kembali.

untukku
sebuah fiksi hanya akan jadi pemanis hidup yang tiada habis untuk direngguk
penenang ketika usai hari terlewat dan ketika malam mulai mengantuk
peredam bising kota menuju selimut, bantal dan kasur empuk
juga hanya akan tetap menjadi sesuatu yang jatuh dikedua mata
dan tenggelam dipita suara


24july2009
jehansyauqi

Senin, 29 Juni 2009

 

SONET INGATAN

SONET INGATAN

datang padamu sekelebat ingatan
tentang rumput yang enggan mengering
juga tentang ikan yang terikat pukat jaring
buat rindu rasa peluk direntang tangan

entah sejuk bukit atau asin laut memberi jalan
untuk kau telusur janjijanji yang berbaring
diantara dua pasang jejak lengkap yang saling
erat menanda awal akhir sebuah perpisahan

bilamana terhitung tanggaltanggal dan bulan
tahun menahun kau masih setia meraba
tiap memori dari janji yang lepas dan terkelupas

sedari senja hingga pekat langit mengumpatkan
rona cahya di terang muka laut surut terasa
harum rindu yang tertiras hingga yang terbilas


2009

 

HAIKU: MOMENTS

HAIKU: MOMENTS

moments are captured
In the stream of sound and light
Reflect the twilight


2009

 

TANKA ILUSI KABUT

TANKA ILUSI KABUT

ilusi kabut
mengaburkan bayangmu
lalu sirna dan
mulai mencipta hampa
di satu sudut hati


2009

 

NONET MALAM

NONET MALAM

hitam pekat asap keluar
dari bara yang menggapai
pucuk udara malam
mematahkan gigil
lebur semua
pada dingin
dan panas
dalam
ruh



2009

 

DEGUP DADA

DEGUP DADA


Pada tiap kegelapan
hanya terlihat barisbaris yang belum sempat terucap
Pada tiap musim,
Pada tiap kerinduan yang hanya dapat kuredam dengan bermimpi untuk berada ditempat:
Awan serupa kapas, gumpalan rindu yang berarak bebas lalu rapatkan bayang imaji

:di hatimu.

Tetaplah pelan waktu berlari iringi jejak yg kau tanam dalam tiap baris kata dan suara

Dan sungguh,

Barisbaris berdegup dalam dada yang
tetap membius rasa

:dalam hatiku.




2009

 

SENJA HARI INI

SENJA HARI INI


kaki keemasan bermain api

silau nian senja, pengap udara
terbakar matari





2009

 

MASA KEEMASAN-sajak pisang goreng

MASA KEEMASAN-sajak pisang goreng


akan tiba waktumu masak
maka akan kupetik kau
sebagai suatu yang
sedap dimata
nikmat dirasa

kemudian
ku kenalkan kau pada selimut putih
terus lekatmu tak tersisih
untuk kau ajak menari
menyelami kolam yang gemericiknya
mendesiskan nafsu duniawi

hingga hampir akhir masa keemasan
saatnyalah kau angkat kaki
lekas pergi meninggalkan didih kolam
sebelum sesatkanmu hingga legam

sungguh
berpalinglah kiranya
pada lapang dingin porselen
yang merindukan hangatnya renyah tawa
dan harum cangkircangkir saat matari senja







2009

 

SEUTAS TALI

SEUTAS TALI


pada waktu yang ku tanam sebelumnya
kau usik kedamaianku pada seutas tali
yang ku gantungkan dileherku sendiri
yang seolah ingin kau jeratkan juga
dihalus punggung tangan
atau dimanis bibir yang basah
yang mengulum seratnya
sehingga melumerkan
apa yang kau ucap sebagai suatu keresahan

akan tiba purnama penuh
dimana kita tak lagi dapat membedakan
antara yang lekat dan yang tersilap
dimana kita mengganjilkan yang genap
yang gemar kau santap sebagai hidangan lengkap
atas suatu kemunafikan akan diri
yang mengaburkan selera lidah dan mata kita
sehingga patuh pada serangkaian hidangan
yang telah dijanjikan

akankah kau rebus yang lekat dan tersilap
hingga nanti resah dan ragu itu kau hiraukan
sebagai panci panas yang memuaikan apa yang kau yakini
dari hatimu yang terikat suatu ritual perjamuan
yang setiap hari membutuhkan rasa baru untuk mereka kuasai

dan pada seutas tali
kugantungkan juga mimpiku sendiri
agar malam ini
tak perlu lagi resah itu

dan pada seutas tali
aku rebut kebebasanku
agar malam ini
kau lepas jerat perjamuan yang enggan aku ratapi






2009

 

ADA YANG HILANG DISEBUAH MEJA MAKAN

ADA YANG HILANG DISEBUAH MEJA MAKAN

selagi hangat sup belum tertuang untuk kali kedua
telah tercipta suatu bahasa
pada pandang mata ibumu
kepada kau yang seharusnya
menyiangi sebuah dosa

namun
enggan kau bercermin kepada nanar matanya
yang lekat memandangmu sebagai suatu
resep masakan yang terlupa
yang tertunda tersaji
pada meja kayu jati

sehingga

selagi tatapan itu masih terhidang untuk kau percaya
ingin sekali kau gosokkan abu
pada piring ibumu
agar jernih dan dapat diisi kembali
oleh gemuk lemak sapi dan setumpuk roti
yang ingin kau tangkupkan
disetiap pangkuan

agar kenyangkan redup juga sayu mata ibumu
dan kemudian teringat secarik resep rahasia diujung laci tua

(agar semua yang kosong terisi
agar semua yang terisi tak lagi dapat kau tuang kembali)

2009

 

PADA SESIAPA

PADA SESIAPA


lekat udara yang kau hembuskan pada separuh purnama
menyesatkan tiap nama yang kau pekikkan ditelinga
tiap nama yang kau nalar
mengharamkan apa yang benar
membebaskan butir peluh matamu pada tanda
atas sesiapa entah
yang asing pada jabat tanganmu
yang enggan menarik garis antara bahu sampai jemari
yang tak hiraukan dengus nafas sesekali
mencoba membaui amis yang akhirnya kau kenal
: sebuah dusta

kemudian dimana lagi kau akan membakar perjumpaan
yang enggan kau kenang
hingga hitam yang kau genggam merupa keresahan
terendap lama dalam gurat tangan

sesiapa entah





jehan syauqi
Rawamangun, 2009

 

ibu

kelindan airmata sudah menjadi muara pada pilu yang kau bawa dalam darah dari rahim ibumu yang kau puja
ketika dinding rahimnya menjelma malam yang luruh saat matari mulai muncul diufuknya
seketika pula sorai ayam jantan menggertak embun untuk siap mengering membuat gerimis tibatiba batal memeluk gigil belantara

lalu dimana ia yang menuntunmu mengenal raya?
apakah alam lahirkanmu sepenuhnya
hingga janin janin udara menggumpal lalu merebakkan badai?
menganakpinakkan mata sembilu pada sungai
mencemari tubuh seorang yang bukan lagi perawan dilimbang siang
terkulai saat kau mengeja kehinaan menjadi sesuatu yang biasa

dilembah tempat udara berdesir
kau merapal kitab yang ia gariskan untukmu
sampai kau kunyah sepertiga bagian menjadi puisi yang anyir kau ludahi
agar sesaat kilat menerangi semua sejarah yang mengalir bermuara
seperti tangis ibumu ketika dijunjung oleh darah yang ada dirahimnya

Rawamangun, 2009
Jehan Syauqi

 

ibu

kelindan airmata sudah menjadi muara pada pilu yang kau bawa dalam darah dari rahim ibumu yang kau puja
ketika dinding rahimnya menjelma malam yang luruh saat matari mulai muncul diufuknya
seketika pula sorai ayam jantan menggertak embun untuk siap mengering membuat gerimis tibatiba batal memeluk gigil belantara

lalu dimana ia yang menuntunmu mengenal raya?
apakah alam lahirkanmu sepenuhnya
hingga janin janin udara menggumpal lalu merebakkan badai?
menganakpinakkan mata sembilu pada sungai
mencemari tubuh seorang yang bukan lagi perawan dilimbang siang
terkulai saat kau mengeja kehinaan menjadi sesuatu yang biasa

dilembah tempat udara berdesir
kau merapal kitab yang ia gariskan untukmu
sampai kau kunyah sepertiga bagian menjadi puisi yang anyir kau ludahi
agar sesaat kilat menerangi semua sejarah yang mengalir bermuara
seperti tangis ibumu ketika dijunjung oleh darah yang ada dirahimnya

Rawamangun, 2009
Jehan Syauqi

 

SEBUAH SESUATU

SEBUAH SESUATU

dapat kau samarkan harum airmata pada desir udara
yang segan menjamah jarak antara pertemuan lalu dan lainnya
mengikat pekat hampa pada rona wajahmu
tersiraplah lelah pada beku waktu

sempat kau cekik jejak yang buatmu terhempas
menukikkan kebisuan yang menghardik tanpa balas
menyeretmu tuk mengadapi sebuah penantian
setelah diamdiam menyembunyikan sesuatu
yang terkubur rindu
lantas apa sesuatu itu?

sayang, kau terlalu berani menantang
pada apa yang takkan datang!

jehan syauqi
16 April 2009

 

BECOME MATTHIE

BECOME MATTHIE

As you said, 'me, become matthie, not now maybe'

Oh still and all
When she's lost in your hectic
you always could find her in a garbage of plastic
Searching for another cake crumb
Then you lead her home
Give her bubble and squeak*
As she starve, she ate it so quick

While you were having a mug of insipid coffee
Planning to have some other barbie*
Addie snores on your lap
She's taking her little nap giving some awkward rhythm of her breathing
Then you know she was too tired to lurking
Playin hide and seek in the end of the week
Then, in this sunday evening
You becoming Matthie
I guess it is the time you are ready

Rawamangun, May 3rd 09
Jehan Syauqi

Inspired by Ann M. Martin's book: A Dog's Life

* bubble and squeak: cooked cabbage fried with cooked potatoes and often meat.
*barbie: a barbecue

 

You and Addie

You and Addie

Addie is barking around your head
She makes you always picked the hot chocolate instead
A coffee cream that would wake you up all night
Wont leaving a sleepless tight

Addie walking down the road
Leaving you all alone with colorful balloons
Because she looking for the moon
until she arrived in the blind alley
Then walking around, sniffing some rotten apples, waffles, scrambled eggs which were left in the trash bag
Eat them so wildly
Then she walked in the bank of the river
Chasing sunsets like it was a toy to play for
Addie thinks it will be fine if she leave you forever

Addie barking around your head
Leaving you instead
And never come back at your door
Anymore

(Rawamangun, 29 April 2009)
Jehan Syauqi
Inspired by Ann M. Martin’s book : A Dog’s Life

Arsip

Mei 2007   Juni 2007   Juli 2007   Agustus 2007   September 2007   Oktober 2007   November 2007   Desember 2007   Januari 2008   Februari 2008   Maret 2008   April 2008   Mei 2008   Juni 2008   September 2008   Oktober 2008   November 2008   Desember 2008   Januari 2009   Februari 2009   Maret 2009   April 2009   Juni 2009   Juli 2009   September 2009  

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Berlangganan Entri [Atom]